Cara Menghitung Zakat Penghasilan Pedagang Kaki Lima

Assalamualaikum
Ustadz… Bagaimana perhitungan zakat pedagang kaki lima seperti saya ini yang berjualan ayam goreng, yang modal dagangannya kurang lebih Rp. 2 juta,- / hari, tapi kalau dilihat dari keuntungan apabila dalam 1 tahun bisa melebihi nishob, yaitu 80 gr emas. Bagaimana cara perhitunganya ya? Terima Kasih. (Gurwandi, Bandung)


Dr. Hamim Ilyas, M.Ag.

Jawaban : Pekerjaan informal pedagang kaki lima dengan berjualan ayam goreng termasuk pekerjaan yang penghasilannya baik. Ketentuan zakatnya diatur dalam Q.S. al-Baqarah, 2, (267) : Anfiqu min thayyibati makasabtum, bayarkanlah zakat dari penghasilan kerja kamu sekalian yang baik.

Zakat penghasilan kerja dagang kaki lima dalam fikih termasuk zakat mal yang pembayarannya menggunakan hitungan haul, nishab dan nisbah. Haul adalah satu tahun pendapatan; nishab adalah ambang batas minimal penghasilan yang dikenai zakat; dan nisbah adalah kadar prosentase zakat yang dibayarkan. Haul zakat penghasilan adalah satu tahun kerja (dagang kaki lima); nishab zakat penghasilan kerja adalah 20 dinar yang setara dengan 85 gram emas murni; dan nisbah zakat yang dibayarkan adalah 2,5%.

Dengan demikian penghasilan kerja dagang kaki lima yang dikenai kewajiban zakat sebesar 2,5% menurut fikih adalah penghasilan yang memenuhi ketentuan haul dan nishab di atas. Karena itu jika penghasilan Anda baru setara dengan 80 gram emas, Anda belum wajib mengeluarkan zakatnya. Hanya saja dalam fikih juga ada ajaran tentang zakat tathawwu’, zakat sukarela, yang berdasarkan hadist Nabi (hadist shahih riwayat Imam Abu Dawud, an- Nasai, Ibnu Hiban dan al-Hakim), dianjurkan untuk dilaksanakan dari kekayaan, bukan penghasilan, yang hanya senilai 1 dinar.

Kemudian modal dagang kaki lima termasuk ‘urudlut tijarah, barang modal atau barang dagangan, yang juga dikenai kewajiban zakat dengan nisbah 2,5% jika memenuhi syarat haul dan nishab di atas. Karena itu jika modal Anda hanya senilai Rp. 2 juta, modal Anda belum dikenai zakat wajib. Namun jika Anda membayar zakat tathawwu’nya, maka itu sangat baik dan menjadi keutamaan dalam agama sesuai dengan hadis yg disinggung di atas.

Terakhir perlu diingat bahwa nisbah 2,5% itu merupakan kewajiban dan anjuran minimal. Kita boleh membayar zakat lebih dari nisbah minimal. Kelebihan dari minimal menjadi keutamaan yang harus diusahakan untuk dapat kita lakukan. Semoga Anda tambah sukses dan tambah bahagia.

Dr. Hamim Ilyas, M.Ag.,

Dewan Syari’ah Lazismu Pusat

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.