Lazismu DIY Kuatkan Akuntabilitas


KORANBERNAS.ID -- Sebagai Lembaga Amil Zakat yang profesional dan berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat, Lazis Muhammadiyah (LAZISMU) selain fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat juga dituntut untuk melakukan peningkatan kapasitas amil agar bertambah wawasan dan mampu mengelola zakat dalam gerak pemberdayaan berkelanjutan.

Penguatan Akuntabilitas sangatlah penting bagi suatu lembaga terutama lembaga sosial seperti LAZISMU. Akuntabilitas dapat dilihat dari segi pembukuan yang harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan bukti yang sah.
Untuk itu, LAZISMU mengadakan sebuah acara akbar tahunan yang dihadiri lebih dari 200 peserta amil dan mitra dari seluruh LAZISMU yang berada di wilayah D.I. Yogyakarta.

Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LAZISMU se-DIY mengambil tema "Penguatan Akuntabilitas untuk LAZISMU DIY Berkemajuan" kegiatan rutin ini dilaksanakan selama 2 hari sejak Sabtu (26/1/2019) di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Bertujuan memperkenalkan dan mendekatkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang publik, sehingga pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap LAZISMU semakin meningkat.

"Untuk itu perlu usaha bersama membesarkan nama besar LAZISMU, yang merupakan lembaga amil zakat nasional yang diakui oleh pemerintah," terang Cahyono selaku ketua LAZISMU DIY dalam paparannya di depan peserta Rakerwil 2019 di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

"Maka pada raker 2019 ini kita ingin memiliki lembaga amil zakat yang kuat secara organisasi kelembagaan, kuat pengaruh dan juga kuat secara legal formal," imbuhnya.

Dia menyampaikan, pendampingan terhadap 24 kantor cabang se-DIY yang dilakukan oleh mahasiswa beserta dosen UMY dan UAD membuahkan hasil yang maksimal.

"Alhamdulillah sudah 90% pendampingan masuk datanya ke wilayah. Artinya tinggal 1-2 tahap lagi bisa menjadi laporan yang akuntable. Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan LAZISMU akan layanan pelaporan yang standar sudah mulai terbangun," papar Cahyono.

Kerjasama antara majelis dan lembaga dengan LAZISMU harapannya bisa menjadi model baik dalam tingkat wilayah ,daerah maupun kantor layanan. Karena LAZISMU tidak bisa berdiri sendiri untuk menjangkau masyarakat yang jauh terpencil. Maka perlu membangun jaringan internal yang kuat. (yve)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.